Kamis, 30 Juni 2016

The Adventurous Gold Chapter2


2

Pagi hari aku dan johan berpamitan kepada kakek dan pergi berbekal senjata, makanan, dan obat-obatan yang diletakan didalam tas johan, aku dan johan mulai memasuka hutan marly itu, suasana yang menyeramkan dan banyak jurang itu semua tidak mengubah tekad ku dann johan untuk bertarung membela kebenaran melawan pasukan edvan regar.
“Han apakah kamu ingat kemana arah markas pasukan edvan regar?”
“iya aku ingat, nanti jika kita sampaiair terjun kita lanjut ke rah kanan setelah itu lurus sampai bertemu jurang kita lanjut ke arah kiri nanti kita akan melihat gerbang pintu yang besar dan disitulah markasnya.”
“cukup jauh perjalanannya”
“iya, nanti kita akan bermalam dipinggir air terjun, karena kita tidak bisa menyelesaikan perjalanan hari ini, hari sudah semakin sore.”
Hari sudah larut malam akhirnya aku dan johan sampai di air terjun, aku dan johan hanya menggelar daun pisang yang akan di jadikan alas untuk tidur, hatiku merasa tidak tenang akan tetapi johan sudah tidur pulas akupun harus mengikutinnya, tidak lama kemudian aku terbangun karena suara teriakan johan dan ternyata kakiknya terserang ular yang besar dan berbisa aku langsung mengambil ular itu, mengikat kaki johan dengan kain dan aku mencari daun untuk mengobati lukanya itu.
“han tidak apa kan?”
“iya wan aku tidak apa-apa”
“sebaiknya kamu tidur kembali”
setelah johan sudah terbangun dari tidurnya aku bertanya
“han,  apakahkamu masih kuat berjalan dan bisa melanjutkan perjalanan ini?”
“tentu bisa wan” johan berdiri
“lihat wan aku masih bisa, ayo kita lanjutkan perjalanan lagi” ucap johan dengan wajah yang sangat pucat , akupun tidak bisa menolak melihat usaha johan yang pantang menyerah itu.

Ketika kau dan johan sedang berjalan tiba-tiba ada seorang pemuda terlihat seumuran denganku membawa tas dan berpakaian tentara menhampiriku dan johan.
“mau kemana kalian?” tanya pemuada itu
“mau ke markas edvan regar”  jawabku
“mau apa?”
“kami ingin menghancurkan niat jahatnya”
“hati-hati awalnya aku ingin kesana tetapi aku berfikir dua kali, mereka banyak sedangkan aku hanya asendiri”
“lantas, apa urusannya dengan kamu, yasudah jangan buang waktu kami kami ingin melanjutkan perjalanan kembali” kami lanjut berjalan
pemuda itu berteriak memanggil kami “ hey!! Aku ikut” akhirnya pemuda itu bergabung denganku dan johan
“siapa namamu? Mengapa kamu ikut dengan kami?” tanya johan
“karena adik ku sudah ditangkap oleh kelompok mereka adikku adalah satu-satunya yang tersisa dari keluargaku setelah ayah dan ibuku mengalamai kecelakaan kereta, dia hanya hidup berdua denganku, tapi sekarang adikku sudah diculik oleh psukan edvan regar yang keji itu”
“sabar, bererti sekarang niat kita sama untuk menghancurkan pasukan edvan regar itu” sambungku
“oh iya perkenalkan namaku robert” sapanya.
tak sangka aku johan dan robert sudah sampai di jurang berarti tak lama lagi akan sampai di gerbang pasukan advan regar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar